KATA ada di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang begitu

 

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum
Wr.Wb

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Segala
puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan banyak kenikmatan sehingga samapai
saat ini kita masih bisa bernapas dengan nikmat dan mengeluh tanpa sakit. Oleh
karena itu kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat imi, sholawat
serta salam semoga terseruh kepada Rasulloh Muhammad SAW. Kepada keluargannya,
sahabatnya, dan umatnya samapai akhir zaman.

            Dengan
mengucapkan syukur Alhamdulillah serta memanjatkan puji dan syukur kehadirat
Illahi yang telah melimpahkn rahmat dan hidayah-Nya, disertai dengan usaha, doa
dan keteguhan hati, Makalah TPB akhirnya dapat di selasaikan.

            Makalah
ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan mata
kuliah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam dengan segala kelebihan dan
kekurangannya.

            Pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1.      Seluruh
Bapak/Ibu dosen yang telah mengajarkan SDGs kepada penulis.

2.      Kedua
orangtua yang selalu mendukung dalam menyelesaikan tugas makalah ini.

3.      Teman-teman
yang telah membantu dan berdiskusi mengenai SDGs selama ini.

Penulis menyadari akan keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan yang dimiliki sehingga Makalah TPB ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan. Akhir
kata semoga Makalah TPB ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya di
mata kuliah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam.

Wassalamu’alaikum
Wr.Wb

 

Sumedang,
Desember 2017

 

 

                        Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………………………. i

DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………………………………. iii

BAB
I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………….. 1

1.1.
Latar Belakang……………………………………………………………………………………… 1

1.2.
Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………. 2

1.3.
Tujuan  ……………………………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………. 3  

2.1.
Definisi Pendidikan………………………………………………………………………………. 3

2.2.
Pendidikan menurut Perspektif Pendidikan Agama Islam………………………….. 3

2.3.
Pendidikan menurut Al-Qur’an dan Hadist……………………………………………… 5

2.4.
Manfaat Pendidikan……………………………………………………………………………… 6

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………………… 7  

3.1.
Manfaat……………………………………………………………………………………………….. 7

3.2.
Penutup……………………………………………………………………………………………….. 7

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………….. 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.
LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan
salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia dengan polulasi mencapai
±263.846.946 juta jiwa, dari data tersebut Indonesia menempati peringkat
keempat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan
negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia hampir sebagian besar penduduk
indonesia adalah beragama Islam. Teletak di wilayah Asia Tenggara, Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau, yang mencerminkan
banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia.

Dengan jumlah penduduk
yang begitu besar Indonesia terus berupaya untuk memperbaiki sistem ketahanan
nasionalnnya, Indonesia terus berupaya untuk menjadi negara yang maju, berdaulat
seta menjadi negara yang makmur secara seuutuhnya dan Indonesia terus berupaya
untuk mensejahterakan rakyaktnya yang begitu banyak.

Akan tetapi dari
banyaknya jumlah penduduk yang ada di Indonesia memicu timbulnya problematika
yang begitu besar yang sukar untuk diselasaikan. Problematika yang paling utama
saat ini adalah Sumber daya Manusia Indonesia yang masih sangat rendah bila
dibandingkan dengan negara – negara lain bahkan dengan negara tetangga
Singapura. Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun 2015 hanya menempati
urutan ke 113 dari 188 negara. Hal ini harus segera diperbaiki oleh Pemerintah.

Pendidikan adalah salah
satu faktor penyebab utama mengapa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang
masih rendah. Masalah pendidikan yang sangat kompleks di Indonesia jelas
menjadi faktor penyebabnya. Kurangnya sarana dan prasarana, infrastruktur serta
tenaga pendidik yang masih di katakan belum ideal menyebabkan sumber daya
manusia Indonesia rendah. Maka dari itu pemerintah harus segera menyeroti
masalah pendidikan. Sebab, Pendidikan mengajari cara manusia untuk menjadi
orang yang ahli yang mengetahui ilmu pengetahuan yang bergunan untuk kemakmuran
dirinya sendiri dan masyarakat luas.

Dalam agama Islam
pendidikan adalah hal yang terpenting dalam kehidupan, bahkan Allah SWT telah
berjanji akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat (Q.S Al-Mujadalah : 11). Jelas kita sebagai
seorang muslim harus menentut ilmu. Apabila kita tidak memiliki ilmu kita juga
tidak dapat menjalankan perintah Allah dengan benar.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Dengan latar belakang
di atas penulis merumuskan masalah :

1.      Apa
itu pendidikan?

2.      Bagaimana
Pendidikan menurut perspektif Agama Islam?

3.      Bagaimana
Pendidikan menurut Al-Qur’an dan Hadist?

4.      Manfaat
dari pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari?

1.3. TUJUAN

Dengan
latar belakang di atas penulis memiliki tujuan :

1.      Sebagai
syarat pembuatan makalah TPB mengenai Pendidika Agama Islam dan Bahasa
Indonesia.

2.      Mengetahui
pendidikan menurut perspektif Agama Islam

3.      Mengamalkan
pendidikan menurut Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari

4.      Mengetahui
manfaat dari pendidikan dalam kehidupan dalam kehi sehari-hari

5.      Menjadikan
pribadi yang semangat dalam menuntut ilmu dan mengenyam ilmu pengetahuan.

 

 

 

BAB
II

PEMBAHASAN

2.1. Definisi Pendidikan

            Dalam
kamus besar Bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata “didik” yang memiliki
arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntutan, pimpinan) mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran. Sehingga Pendidikan menurut kamus besar Bahasa
Indonesia  dapat disimpulkan Pendidikan
adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewaskan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (KBBI
Indonesia).

            Sedangkan
secara etimologis, kata pendidikan dalam bahasa Inggris disebut degan education dan dalam bahasa latin
pendidikan disebut dengan educatum yang merupakan tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco yang memiliki arti kata E
adalah sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak,
sedangkan Duco berarti perkembangan
atau sedang berkembang. Dapat disimpulkan secara etimologis pengertian
pendidikan adalah proses pengembangan kemampuan diri sendiri dan kekuatan
individu. Dalam bahasa Arab pendidikan sering disebut dengan “Tarbiyyah”. (Ramayulis, 1994: 4)

2.2.
Pendidikan menurut Perspektif Agama Islam

            Dalam agama
Islam, pendidikan dicirikan dengan suatu proses yang edukatif mengarah kepada
pembentukan akhlak atau keprtibadian bagi pemeluknya. Islam dalam melaksanakan
pendidikan memiliki tiga konsep utama yaitu :

1.     
Ta’lim

Ta’lim
merupakan
proses mentransfer ilmu pengetahuan yang menghasilkan pemahaman yang baik,
sehinga munculah sifat-sifat dan sikap positif dalam menjalankan kehidupan
sehari.

2.      Ta’adib

Ta’adib
merupakan usaha untuk menciptakan situasi sedemikian rupa yang mendorong untuk
memotivasi diri setiap individu dalam berperilaku dan bersikap dalam kehidupan
sehari-hari.

3.      Tar’biyyah

Tar’biyyah
memiliki
arti bahwa manusia dalam menjalankan kehidupannya harus bertambah, bekembang,
tumbuh dan memperbaiki. (jurnal ilmu tar’biyyah 2012: 166)

            Dari tiga konsep
diatas, jelas bahwa pendidikan dalam pandangan agama islam memilki kedudukan
yang sangat penting, karena manusia merupakan wakil Allah SWT di muka bumi yang
memiliki tugas-tugas dan tanggung jawab yang cukup besar yang nantinya akan
dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu tiga konsep pendidikan
di atas sangat erat hubungannya dengan tugas manusia di muka bumi yaitu sebagai
wakil Allah, agar manusia mampu menjalankan tanggung jawab yang cukup besar
maka harus dipupuk dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik.

            Tugas
manusia yang pertama dan paling utama di muka bumi sebagai wakil Allah SWT
adalah menjadi hamba-Nya yang menjalankan segala perintah-Nya dengan taat,
sebagaimana Allah berfirman :

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur ?wÎ) Èbrß?ç7÷èu?Ï9 ÇÎÏÈ

“Dan
Aku tidak menciptakan jin dan Manusia melainkan supaya menyembah kepada-Ku”
(QS: Adz-Dzariyat: 56)

Firman Allah lainnya yang menegaskan tugas manusia
yang pertama berbunyi :

ô?s)s9 $uZù=y?ö?r& %·nqçR 4?nm»s9Î) ÿ¼çnç?öxî þ?ÎoTÎ) ß$%s{r& öNä3ø?n=tæ z>#x?tã BQöqt? 5O?Ïàtã ÇÎÒÈ  

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia
berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu
selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut
kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”.
(QS: Al-Araf: 59)

            Tugas
kedua manusia di muka bumi yaitu sebagai khalifah yang merupakan tugas yang
cukup berat di karenakan hal ini sangat berhubungan erat dengan pertanggung
jawaban kepada Allah dan Allah telah memberi amanah kepada manusia sebagai
wakilNya di muka bumi. Bahkan Allah telah berfirman dalam firmanNya :

ø?Î)ur tA$s% ??/u? Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ?ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ?Îû ÇÚö?F{$# Zpxÿ?Î=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pk?Ïù `tB ß?Å¡øÿã? $pk?Ïù à7Ïÿó¡o?ur uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8Ï?ôJpt¿2 â¨Ïd?s)çRur y7s9 ( tA$s% þ?ÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB ?w tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
“Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS:
Al-Baqarah: 30)

Diangkatnya manusia
sebagai khalifah tidak semata-semata perintah Allah, melainkan kesanggupan
manusia itu sendiri, setelah makhluk lain yang diciptakan Allah SWT menolak
untuk menjadi khalifah karena khawatir mereka tidak dapat menjalankannya.
Dengan kata lain, hanya manusia yang sanggup mengemban tugas khalifah di muka
bumi yang cukup berat itu (QS: Al-Ahzab:72). Akal dan kemampuan berpikir
manusia merupakan sarana yang ampuh dalam rangka menjalankan perintah Allah
yaitu manusia sebagai khalifah dimuka bumi.

            Proses
pendidikan berkaitan erat dengan melatih akal, yang menyebabkan pendidikan
agama Islam tidak dapat dipisahkan dari penggunaan akal, hati, serta
pancaindera yang bertujuan untuk berpikir, merenung dan mendekatkan diri kepada
Allah atas karunia yang diberikan. Pentingnya pendidikan dalam perspektif Agama
Islam telah dicontohkan oleh Allah ketika pemberian wahyu pertama kepada Nabi
Muhammad SAW yaitu surat Al-Alaq 1-5, yang mengisyaratkan pendidikan dan pengajaran
secara luas. Hal lain adalah perilaku Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih
hidup hingga akhir hayatnya yang sarat dengan pendidikan dan pengajaran. Dari
pernyataan-penyataan di atas dapat kita telaah bahwa dalam ajaran Islam
pendidikan menduduki posisi yang sangat penting, mengingat manusia meliki tugas
menyembah kepada Allah dan sebagai khalifah di muka bumi. Tugas-tugas tersebut
sangat berkaitan dengan perilaku seseorang yang membutukan pelatihan atau
proses dalam mengendalikannya, sehingga disinilah peran Pendidikan sangat penting
dalam menjalankan tugas-tugas manusia tersebut untuk bersedia mengabdi kepada
Allah.

2.3.
 Pendidikan menurut
 Al-Qur’an dan Hadist

             Dalam Al-Qur’an telah berkali-kali menjelaskan
dan menyerukan akan pentingnya pengetahuin serta pendidikan. Tanpa Ilmu niscaya
kehidupan di dunia tidak akan berputar dengan semestinnya, karena ilmu dan
pendidikan merupakan pemberi cahaya dalam kegelapan. Al-Qur’an telah
mengingatkan dan menjajikan bahwa manusia yang memiliki ilmu pengetahuan akan
ditinggikan derjatnya oleh Allah SWT.

$pk??r’¯»t? tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #s?Î) [email protected]?Ï% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? ?Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿt? ª!$# öNä3s9 ( #s?Î)ur [email protected]?Ï% (#râ?à±S$# (#râ?à±S$$sù Æìsùöt? ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u?y? 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×?Î7yz ÇÊÊÈ  

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
“Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah
kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
(QS: Al-Mujadallah: 11)

            Kemudian,
Al-Qur’an juga telah memperingatkan manusia untuk mencari ilmu pengetahuan agar
umat manusia dapat memberi peringatan dan menjaga dirinya. Sebagaimana Allah
berfirman :

* $tBur ?c%x. tbqãZÏB÷sßJø9$# (#rãÏÿYu?Ï9 Zp©ù!$?2 4 ?wöqn=sù txÿtR `ÏB È[email protected]ä. 7ps%öÏù öNåk÷ÏiB ×pxÿͬ!$sÛ (#qßg¤)xÿtGu?Ïj9 ?Îû Ç`?Ïe$!$# (#râ?É?Yã?Ï9ur óOßgtBöqs% #s?Î) (#þqãèy_u? öNÍkö?s9Î) óOßg¯=yès9 ?crâ?x?øts? ÇÊËËÈ  

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan
perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka
itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S: At-Taubah : 122)

            Hal
lainnya yang menyatakan bahwa mencari ilmu dan mengenyam pendidikan dalam Agama
Islam itu penting ditegaskan oleh Imam syafi’i yang mengatakan mengatakan “Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus
dengan ilmu. Barangsiapa yang mengingkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan
barangsiapa yang mengininkan keduanya, maka dengan ilmu.”(Imam Syafi’i). Bahkan,
Nabi Muhammad SAW telah bersabda dengan pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan
dan pendidikan disalah satu hadist yang berbunyi “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah).
Dari kedua pernyataan diatas mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu adalah
kewajiban seluruh umat muslim. Karena pada dasarnya mencari dan mendalami ilmu
pengetahuan serta pendidikan adalah hal yang terpenting dalam menjalankan
kehidupan, apabila kita tidak mengetahui ilmunya maka niscaya dalam menjalankan
kehidupan kita bagaikan orang yang tersesat. Jadi pendidikan menurut perspektif
Al-Qur’an dan Hadist sudah sangat jelas bahwa mengenyam pendidikan dan mencari pegetahuan
adalah kewajiban setiap muslim. Karena dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan kita
akan dapat mengetahui mana yang baik dan yang buruk, yang benar dan salah, yang
membawa manfaat dan yang membawa ke mudharat. Sehingga kita dapat menjalankan
perintah Allah dengan baik dan benar.

2.4. Manfaat Pendidikan

Degan pendidikan
manusia mampu mengetahui, memahami apa yang ada di alam semesta ini. Serta
mampu mengkorelasikan antara fenomena-fenomena yang satu dengan fenomena yang
lainnya. Karena pada hakikatnya manusia diberi pancaindera dan juga diberi
kelebihan akal, yang bertujuan untuk membedakan mana yang baik mana yang buruk,
dapat mengenali potensi dirinya , serta beribadah kepada Allah dengan
sebenar-benarnya.

 

BAB III

PENUTUP

3.1.  Kesimpulan

            Dalam
pembahasan di atas telah jelas bahwa Islam menjabarkan bahwa pendidikan
memiliki kedudukan yang sangat penting, karena pada dasarnya manusia di muka
bumi memiliki beberapa tugas yang harus di pertanggung jawabkan kepada Allah
SWT. Tugas manusia yang pertama dan paling utama adalah menyembah kepada Allah
dengan sebaik-baiknya (Q.S Adz-Dzariat : 56 dan Q.S Al-Araf : 59) dan tugas
yang kedua manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah yang artinya sebagai
pemimpin (Q.S Al-Baqarah : 30 dan Q.S Al-Ahzab) kedua tugas tersebut berkaitan
erat dengan perilaku individu yang dimana hal perlu untuk dilatihnya dengan
pendidikan.

            Kemudian,
Al-Qur’an dan Hadist juga telah menjelaskan bahwa menuntut ilmu dan mencari
pendidikan adalah bersifat wajib (HR. Ibnu Majah). Karena hakikatnya jika kita
mengarungi hidup tanpa ilmu maka kita bagaikan orang yang tersesat. Bahkan,
Imam  Syafi’i berdalil “Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus
dengan ilmu. Barangsiapa yang mengingkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan
barangsiapa yang mengininkan keduanya, maka dengan ilmu. Jelas bahwa
pendidikan dan mencari ilmu adalah hal yang terpenting dalam Islam.

3.2.
Saran

            Dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari sudah semestinya kita sebagai umat Islam
harus berdasarkan pada Ilmu yang telah ada, maka dengan pendidikan kita dapat
mengetahui Ilmu dan menjalankan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.

 

 

x

Hi!
I'm Clifton!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out